Senin, 04 November 2019

Sosok R. Soedirman


Tokoh pejuang ini dilahirkan pada 24 desember 1890 di semarang, ia memulai pendidikan ELS dan kemudian di lanjut pada PHS selanjutnya ia pun memasuki sekolah notaris dengan mencapai groot diploma I di tahun 1921 dan groot diploma II di tahun 1925. Antara tahun 1912-1919 tokoh ini bekerja sebagai ambteenar bij de dienst ser in en uitvoerrechten& accynzen di jakarta, surabaya, kebumen, cilacap dan di surabaya menjadi pegawai dinas Bia dan Cukai dalam tahun 1920-1922.

Ia juga menjabat adjunct secretaris suiker enquetter commiesie di surabaya. Seiring dengan jabatannya itu, dalam waktu tiga tahun yaitu 1921-1924 ia menjadi anggota Gemeente Road atau dewan kota surabaya. Di samping karirnya sebagai pegawai pemerintah hindia belanda, soedirman juga aktif dalam berbagai perkumpulan sosial. Dalam tahun 1925-1931 ia menjadi anggota pengurus Indonessche Studieclub di Surabaya. Kemudian selama empat tahun yaitu 1921-1935 menjadi anggota pengurus besar persatuan bangsa indonesia di surabaya dan dilanjutkan menjadi wakil ketua pengurus besar parindra di surabaya. Soedirman memegang peranan penting dalam Tjhuo Sangi-in (dewan pertimbangan pusat).

Sebelumnya ia anggota Tjhuo sangi-kai dewan pertimbangan daerah. Kehadirannya di Tjhuo sangi-in menggantikan mr. Ishaq Tjokroadisoerjo. R. Soedirman selalu mengikuti sidang-sidang Tjhui Sangi-in dalam sidangnya 24 Februari 1945, para anggota banyak yang mengajukan usul-usul. Soedirman sendiri mengajukan usul agar diadakan perusahaan mengenai peredaran barang-barang kebutuhan sehari-hari, paling tidak diusahakan agar kelebihan hasil dari satu daerah dapat dikirim ke daerah lain yang membutuhkannya karena sejak pemerintahan pendudukan jepang di pulau jawa salah satu aturan dalam bidang ekonomi adalah pembatasan keluar-masuknya barang dari satu daerah lain.

Hal ini menyebabkan tidak adanya pemmerataan dan timbulnya perbedaan kemakmuran yang mencolok antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Usul sudirman didukung oleh teman-temannya yang juga mengikuti sidang tersebut. Gagasan soedirman dan teman-temannya itu dibahas dalam sidang panitian istimewa yang dibentuk kemudian dan menghasilkan rumusan yang sah dan disetujui oleh bnayak anggotan.

Artikel Terkait

Sosok R. Soedirman
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email