Selasa, 05 November 2019

Sosok H. Agoes Salim


Ketika duduk di bangku sekolah kita akan menemukan pelajaran sejaah yang membahsa tuntas perkembangan bangsa indoensia serta banyak tokoh-tokoh yang juga berperan penting dalam kemerdekaan indonesia salah staunya ialah H Agoes Salim.

Beliau lahir pada 8 oktober 1984 di Kota Gadang Bukittinggi, dengan nama Mashoedoel Haq. Ia dilahirkan di kalangan keluarga pegawai pemerintah. Ayahnya bernama Soetan Mohammad Salim yang pada waktu itu memangku jabatan yang cukup tinggi yaitu jaksa kepala di riau sedangkan ibunya bernama siti zaenah berasal dari keluarga yang terpandang/ pergantian nama Mashoedoel Haq menjadi Agoes Salim ada ceritanya tersendiri.

Nama Agoes Salim berasal dari pengasuhnya yang berasal dari suku bangsa Jawa yang selalu memanggil anak asuhnya dengan sebutan “Goes” yang berarti anak yang bagus, dan “Salim” berasal dari nama ayahnya. Ternyata nama panggilan itu menjadi populer di sekolahnya.

Semenjak kecil Agoes Salim gemar sekali membaca buku terutama yang berisi pengetahuan. Dalam usia tujuh tahun. Agoes Salim mulai menempuh masa pendidikan di ELS dan lulus tahun 1989. Beliau merupakan anak yang rajin dan baik di sekolah maupun di tempat pengajian.

Haji Agoes Salim berhasil mendirikan Hollands Inlandse School. Keistimewaan sekolah ini ialah ditanamkannya pendidikan kebangsaan dengan tujuan supaya anak-anak tidak lagi merasa rendah diri. Perjuangannya dalam bidang politik dimulai dengan menjadi wartawan.

Ia juga mempelajari seluk beluk tentang sarekat islam baik mengenai azas, tujuan, anggaran dasar rumah tangga sampai kepada seikap para pimpinannya. Hal inilah yang menyebbakan Haji Agoes Salim tertarik dan kemudian aktif menjadi pengurus SI yang berkembang sampai tahun 1918.

Ia juga menghadapi adanya penyusupan paham Marxisme ke dalam tubuh SI khususnya SI cabang semarang yang dipimpin oleh Samaun. Salim mengemukakan pendapatnya bahwa untuk menjaga kelestarian dan perkembangan islam terpaksa harus ditetapkan disiplin partai.

Setiap anggota harus memilih salah satu kenaggotaan partai saja. Tidak boleh merangkap menjadi anggota partai lain. Dengan adanya ide disiplin tadi, akhirnya Semaun dan kawan-kawan menyatakan keluar dari sarekat islam.

Artikel Terkait

Sosok H. Agoes Salim
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email