Jumat, 01 November 2019

Pesona Gunung Burangrang


Pada waktu memasuki musim liburan pastinya banyak yang ingin menghabiskan waktunya untuk sekadar pergi liburan, banyak sekali masyarakat pergi memilih wisata alam ketimbang wahana wisata yang menyediakan fasilitas yang memiliki banyak permainan yang bisa digunakan. Salah satu wisata alam yang sedang populer kini adalah Gunung Burangrang. Bagi yang suka mendaki semestinya akan sangat mengenal bagaimana keindahan gunung burangrang yang terletak di kota kabupaten bandung barat.

Gunung burangrang yang merupakan gunung dari salah satu rangkaian dari pegunungan sunda yang meletus dan membentuk beberapa gunung. Wahana wisata alam gunung burangrang yang menampakkan keindahan alam yang menakjubkan bagi semua pendaki ini apalagi ketika cuaca masih pagi sekali gunung yang rimbun dengan pepohonan ini sangat indah diselimuti kabut yang lebat. Ketika pendaki datang ke gunung burangrang maka pendaki akan dapat menempuh jalur pendakian gunung melewati beberapa jalur.

Pendaki juga akan menemukan banyak petani yang memiliki mata pencaharian dengan bertani menanam banyak sayuran juga dengan berternak hewan-hewan yang ketika para pendaki lewat akan melihat keindahan alam yang sangat alami tersebut. Puncak burangrang dapat ditempuh oleh pendaki sekitar empat jam pendakian melewati jalur yang terleta di desa kertawangi. Para pendaki akan merasakan kedamaian ketika sudah berada di puncak. Ada rasa tentram juga suasana yang menyejukkan hati.

Pemandangan yang disuguhkan oleh gunung burangrang sendiri merupakan pemandangan yang menawan dan menkajubkan apalagi ketika melihat awan putih yang menyelimuti gunung-gunung sekitar. Dari gunung burangrang para pendaki yang berada di puncak adapat melihat gunung tangkuban perahu dengan sangat indah. Dengan ketinggian 2050 mdpl, burangrang ii merupakan gunung api yang sudah mati.

Banyak mitos yang mengatakan bahwa gunung burangrang ini merupakan gunung yang berasal dari sisa batang kayu yang dilempar oleh Sangkuriang yang marah karena gagal menikahi ibu kandungnya yaitu dayang sumbi. Di lain waktu gunung burangrang sendiri sering dijadikan tempat untuk latihan perang maupun survival pasukan kopassus, ketika kita mendaki ke gunung burangrang maka jangan terllalu kaget atau terkejut jika di tengah hutan ada bunyi-bunyi letusan senjata api dan bom.

Artikel Terkait

Pesona Gunung Burangrang
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email