Minggu, 03 November 2019

Museum Benteng Vredeburg


Nama lengkap tempat ini adalah Museum Benteng Vredeburgtetapi masyarakat Yogyakarta menyebutnya dengan “Benteng” saja yang dilafalkan “mbenteng”. Siapa pun yang pernah ke Yogyakarta bisa dipastikan tahu Benteng Karena letaknya di Jalan Ahmad Yani No. 6 yang merupakan sambungan dari jalan Malioboro, tempat wajib yang dikunjungi kalau ke Yogyakarta.

Jalan Ahmad Yani ini berujun di Alun-alun Utara yang menjadi halaman utara keraton Nayogyakarta Hadiningrat. Jadi, mereka yang menelusuri panjangnya Jalan Malioboro akan mengakhiri perjlananyannya di Benteng tersebur sebelum menyebrang untuk mencapai Alun-alun Utara. Di seberang Benteng terdapat Gedung Agung yang di masa revolusi dulu adalah istana presiden RI, ketika Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia.

Datang ke Benteng tidak hanya melihat diorama dan foto dari masa Pangeran Diponegiri hingga masa revolusi tetapi juga bisa mengamati betapa bangunan tua tersebut demikian terurus. Tamannya indah terpangkas rapi berikut tersedia bangku taman yang terbuat dari beton. Cat dindingnya terus diperbarui ridak dibiarkan lusuh.

Pada setiap bangunan tertempel keterangan fungsi bangunan tersebut sebelumnya, seperti gudang mesiu, gudang senjata berat, perumaha perwira, gedung pengapit, dan gerbang. Misalnya gedung pengapit yang berada tidak jauh setelah memasuki gerbang dulunya adalah kantor administrasi kompleks Benteng Bangunan ini adalah bentuk asli dengan ornamn gaya Yunani Masa Renaisans, menujukkan usianya lebih tya dibandingkan bangunan lainnya. Pengunjung bisa berkeliling di atas dinding Benteng, memperhatikan dinding ruang pengintaian yang bopeng bekar berondongan tembakan dari atas sini pemandangan bisa lepas sekeliling. Agar teduh, di atas dinding Benteng ditanam pohon-pohon rimbun dan disediakan bangku taman.

Lelah berkeliling, para wisatawan bisa beristirahat di sini sambil melihat lalu lintas Kota Yogyakarta atau melihat megahnya gedung Bank Indonesia. Benteng Venderburg didirikan pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Bewono I atas permintaan Belanda. Maksud Belanda untuk menjaga keamanan Sultan. Bentuk awal bangunannya sederhana, berbentuk bujur sangkar dengan tempat penjagaan di empat sudut. Masing-masing bastion bernama Jyawirsa, Jayapursa, Jayaprakorsaningpeang dan Jayaprayitna.

Artikel Terkait

Museum Benteng Vredeburg
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email