Senin, 23 September 2019

Sosok Ki Bagoes Hadikoesoemo


Ki bagoes hadikoesoemo dilahirkan di kampung Kauman Yogyakarta pada 24 Nivmber 1890. Ayahnya yang bernama Raden Kaji Lurah Hasim, seorang abdi dalem bidang keagamaan kesultanan yoguakarta. Nama kecil ki bagoes adalah Raden Dayat atau Hidayat ia adalah putera keempat delapan bersaudara. Pendidikan ki bagoes hanya sampai sekolah rakyat saja walaupun dmeikian ia adalah seorang ahli bahasa jawa.

Hal ini dipelajarinya dari Raden Ngabehi Sasrosugondo. Tulisan Raden Ngabehi Sastrosugondo yang paling digemarinya adalah Judhagama yang berarti agama. Terdiri atas lima jilid saduran dari tulisan karya orang hebat lainnya. Pendidikan dalam bidang keagamaan yang mendasar diperolehnya dari orang tuanya, karena ayahnya seorang ulama. Di samping itu ia juga belajar di pesantren wonokromo dan pekalongan.

Ia juga belajar mengaji dan ilmu agama pada Kiai Ahmad Dahlan. Pengaruh pendidikan Kiai Ahmad Dahlan mendapat tempat yang penting dlaam pembentukan pribadi tokoh ini. Ia juga sangat senang membaca buku-buku karangan ulama terkenal. Ia mempunyai banyak buku agama dan selalu mengikuti perkembangan ilmu. Melalui buku-buku terbitan baru ia mmebiasakan membaca dengan tekun dan teliti.

Ia juga mendalami buku-buku karangan Muhammad Abduh terutama tafsirnya, buku karangan Ibnu Taimiyah, Imam Ghazali dan Ibnu rusyd. Ketekunanannya membaca menjadikan Ki Bagus Hadioesoemo seorang yang alim dan menghasilkan karya-karya tulis tentang agama. Sebagai seoarang mubaligh, Ki bagoes, menghabiskan waktunya untuk bertabligh serta memebri pengajian. Di samping itu juga ia mengajar pada Madrasah Mu’alimat. Penghasilannya sebagai guru ini jelas tidak mencukupi kebutuhan hidupnya, karena itu setiap berdakwah ke kota lain, ia selalu membawa barang dagangan untuk dijual.

Dalam kepengurusan organisasi Muhammadiyah periode Kiai Haji Ahmad Dahlan, ia diangkat menjadi ketua Bagian Tabligh. Sebagai ulama pada tahun 1927 ia diangkat oleh gubernur jenderal menjadi anggota Komisi Perbaikan Pengadilan Agama seluruh Jawa dan Madura. Tugas komisi perbaikan Pengadilan Agama adalah mengadakan penelitian sampai seberapa jauh hukum adat dan hukum islam itu berpengaruh dalam proses kehisupan manusia.

Artikel Terkait

Sosok Ki Bagoes Hadikoesoemo
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email