Senin, 15 Juli 2019

Maria Ullfah Santoso


Maria ulfa santoso lahir pada tanggal 18 agustus 1991 di kota serang, banten, jawa barat. Ayahnya beranama RAA Mohammad Achmad dan ibunya RA Hadidjah Djajadiningrat. Maria ulfah sebenarnya adalah anak kedua, tetapi karena kakaknya meninggal selagi bayi maka ia dianggap sebagai anak sulung.

Kata “Ullfah” berasal dari Bahasa Arab yang berarti “Keakraban” dan Maria berasal dari nama Mariyam yaitu nama ibunda Nabi Isa, karena itu semestinya namanya Mariyam Ulfah, tetapi karena kurang manis didengar maka ayahnya menggantinya menjadi Maria Ulffah. Nama maria ullfah sering membuat salah anggapan bagi masyarakat.

Banyak orang mengira bahwa ia seorang katolik, karena nama “Maria” itu. Maria Ullfah sehari-harinya biasa di panggil Itje. Pendidikan yang ditempuh Maria Ullfah dimulai dari sekolah Dasar Belanda ELS yang diselesaikan pada tahun 1924, kemudian HBS V, dan tahun 1925 ia melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas Leiden di Negeri Belanda hinga memperoleh gelar Mester in de rechten pada tahun 1933.

Ketika ayahnya menjabat bupati kuningan, marian ullfah dan adiknya iwanah tetap tinggal dan bersekolah di jakarta. Maria ulfah dan adiknya tinggal bersama keluarga seorang belanda. Maksud orang tuanya ialah agar Maria dapat hidup mandiri dan belajar bertanggung jawab pada adiknya.

Sudah sejak kecil Maria dan adiknya dipersiapkan ayahnya untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Sebetulnya ayah maria menginginkan ia menjadi seorang dokter, tetapi maria sendiri tidak berminat untuk menjadi seorang dokter.

Karena itu dia kemudian memsuki pendidikan tinggi hukum. Melalui bidang hukum ia bercita-cita dan bertekad untuk menghapuskan ketidakadilan perlakuan terhadap kaum wanita pada waktu itu. Selama di negeri belanda maria banyak berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional, antara lain haji agus salim, mohammad hatta, sutan sjahrir dan lain-lain, tetapi orang yang paling banyak mempengaruhi pikirannya serta membimbingnya ke arah kesadaran kebangsaan ialah sutan Sjahrir.

Maria sering diajak Sjahrir ke pertemuan-pertemuan politik, antara lain pertemuan politik “Liga Anti Kolonialisme”. Di samping itu sjahrir juga memberi macam-macam buku bacaan politik.

Artikel Terkait

Maria Ullfah Santoso
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email