Senin, 29 April 2019

Sosok Gajah Mada


Jika berbicara sejarah maka sejarah indonesia tidak akan pernah habis untuk dibicarakan salah satunya jika membicarakan tentang gajah mada salah stau tokoh yang berpengaruh di indoensia apalagi bagi orang-orang Bali. Menuurt kepercayaan orang Bali, seperti tertulis dalam kitab Usana jawa, gajah mada itu dilahirkan di pulau bali agung dan pada suatu ketika berpindah ke Majapahit, menurut cerita bali itu, Gajah Mada tidak mmepunyai ibu dan bapa melainkan terpencar dari enam buah kelapa, sebagai penjelmaan Sang Hiang Narayana ke atas dunia.

Jikalau cerita itu benar adanya dapat dikatakan bahwa Gajah Mada berasal dari tanah Pulau Bali seperti Prabu Airlangga, yang mendirikan kerajaan Darmawangsa, setelah keratin dibakar dan negara diruntuhkan oleh kekuasaan Wurawari-sriwijaya dalam beribu tahun yang lalu. Gajah mada memiliki arti gajah yang galak tangkas. Lebih dari empat puluh tahun gajah mada berjuang dan bekerjasegenap waktu untuk persatuan dan kepentingan negara.

Kitab Paraton memebri rencana tentang perjalanan rancangan hidup Gajah Mada menurut garis-garis besar. Adapun kebesaran Gajah Mada dapat dipelajari dengan memelihara perbuatan-perbuatan yang dilakukannya dengan segala kebijaksanaan, dan dengan melihat hasil usahanya. Sejarah Gajah Mada meliputi seluruh riwayat negara Majapahit. Kerajaan Majapahit itu besar artinya dan pengaruhnya di tanah kita ini. Majapahit sampai sekarang dilihat bekasnya dekat dengan negerri Terawulan, sebelah barat laut Majakerta. Gajah Mada menjadi kepala prajurit.sesudah mendapatkan kemenangan dalam berperang, lalu Gajah Mada diangkat menjadi kepala daerah.

Dalam waktu sebelas tahun gajah mada selalu mendapat perhatian dari pusat pemerintahan sehingga oleh keberanian dan kebijaksanaan memerintah dia berpindah ke pusat pemerintah dengan memegang jabatan yang tertinggi dalam seluruh negara. Dalam tahun 1319 ada suatu pemebrontakan yang hebat dan menggoncangkan seluruh pusat kerajaan. Dalam pemberontakan itu terbukti pula beberapa kekeruhan pegawai yang menjalankan asutan gelap. Dalam keadaan yang seperti itu, maka pemuda mengambil bagian dalam urusan umum dengan menentramkan negara dan memperlihatkan kebijaksanaan yang sangat menarik hati. Segala peperangan dan pemberontakan pada masa Gajah Mada memimpin telah terjadi beberapa kali.

Artikel Terkait

Sosok Gajah Mada
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email